Tuesday, August 31, 2010

Labuha, Gunung Sibela


Awan tipis mengitari badannya yang hitam kehijauan. Mirip saputan cat warna putih. Pagi atau siang, saputan kabut itu melekat tetap. Kecuali jika hujan yang sering kali menderu, hilang sudah awan itu. Paling indah di kala pagi, saat matahari baru muncul sepenggalah. Emas warnanya, menyemburat, menerangi Gunung Sibela yang menjadi tonggak Pulau Bacan, Halmahera Selatan.

27 Juli 2006, masih ingat aku bangun pagi. Menunggu matahari naik pelan-pelan, lalu muncullah keajaiban. Warna emas indah luar biasa. Bak cahaya merkuri menyemburat di balik tirai. Menyorot pemain teater yang berlenggok di atas panggung. Cahaya yang syahdu, mata tak berkedip memandangnya, meski bersitatap dengan cahaya amat terang. Tak lekang wajahku menghadap sinar pagi itu.

Lalu, lemparkan mata ke arah kanan, Gunung Sibela tegak berdiri. Di sana masih rimbun hijau pohon. Yang kutahu hanya lereng-lerengnya saja, banyak tanaman kakao dan vanilla di sana. Warga Bacan menjemur kakao--bahan coklat yang lezat itu--di pinggir jalan. Persis seperti tetanggaku di desa asalku di Purwodadi menjemur tembakau hingga kering menghitam. Sibela indah menawan. Tak tahu aku, apakah raksasa Bacan itu masih hidup atau tidak. Aku dengar Gunung Gamalama tonggak Ternate masih hidup. Entah benar atau tidak.

Kota Labuha--yang sempat kutinggali selama lima bulan pada 2006--ada di lereng Gunung Sibela. Gunung itu ditetapkan sebagai kawasan Cagar Alam dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 326/Kpts-II/1987 tanggal 14 Oktober 1987 dengan luas 23.024 Ha. Gunung Sibela merupakan salah satu gunung yang tertinggi di Maluku Utara dengan ketinggian 2.118 meter di atas permukaan laut. Cagar Alam Gunung Sibela terletak di Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, memiliki banyak sumber/mata air yang tetap mengalir ke beberapa sungai.

Penduduk tinggal di pesisir. Jarang sekali mereka masuk ke dalam hutan, merambahi tubuh Sibela. Kecuali hanya untuk berburu babi atau burung paruh bengkok. Penduduk Bacan, lebih suka memancing, atau menjala ikan. Besar sekali jala mereka.

Sibela. Keindahan tiada tara. Semoga lestari terjaga.[]

8 comments:

  1. wah, keren pak =D
    nitip lapak sekalian yah :

    http://arohmanpanji.wordpress.com/2010/11/19/blogging-competion-fajar-award-2010/#comment-2124

    ReplyDelete
  2. @si empunya blog, udah ada yang capai puncaknya loem?? terus ketinggiannya berapa??

    ReplyDelete
  3. a7x.river
    Belum tahu ada yang sudah sampai puncak atau tidak. Saya juga cuma keliling lereng saja, tidak pernah mendaki ke atas. Ketinggian Gunung Sibela 2.118 meter di atas permukaan laut. Tertarik ke sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah ada yg sampai puncaknya yaitu tim pendakian dari Keluarga Besar Arfat Pecinta Alam (KARFAPALA) UNKHAIR bersama OI Bandung. nih videonya waktu tiba di puncak sibela bacan (puncak tertinggi di maluku utara)
      http://www.youtube.com/watch?v=0MxiIZ32RBE
      http://www.youtube.com/watch?v=iWMwrPiTfsM
      http://www.youtube.com/watch?v=TETD3m856CA
      http://www.youtube.com/watch?v=vr1TY0fZbw4
      http://www.youtube.com/watch?v=DoMl55rD3Ug
      http://www.youtube.com/watch?v=9ppmfWAHEfU

      Delete
  4. Tulisan bagus. Kawasan Timur Indonesia, termasuk Maluku dan Maluku Utara, terkenal pada kami peminat wisata di Aceh sebagai kawasan yang menyimpan potensi wisata alam , adat budaya, adventure dan terutama sejarah yang terpelihara.

    Kalau sempat ke Aceh, silahkan kabarkan saya di email: safarmanaf78@gmail.com,
    dan silahkan add facebook : www.facebook.com/safar.manaf.3

    silahkan kunjungi blog saya,
    http://visit-aceh-2013.blogspot.com/

    Terimakasih untuk tulisan bagus ini.

    ReplyDelete
  5. merapat ke Labuha segera, Expedisi NKRI 26-2-14

    ReplyDelete
  6. bang Samsudin, boleh aku tau lebih lanjut soal ekspedisi kalian ke Sibela atau dimana bisa mendapatkan keterangan tentang nya di web?

    ReplyDelete


  7. https://drive.google.com/file/d/0B6ut4qmVOTGWMkJvbFpZejBQZWM/view?usp=drivesdk


    Salam


    Kepada:

     

    Redaksi para akademik


    Per: Beberapa Hadis Sahih Bukhari dan Muslim yang Disembunyikan


    Bagi tujuan kajian dan renungan. Diambil dari: almawaddah. info

    Selamat hari raya, maaf zahir dan batin. 


    Daripada Pencinta Islam rahmatan lil Alamin wa afwan. 

    ReplyDelete