Tuesday, June 3, 2008

Dia Terlelap di Rumah Baru

Inilah kisah perjalanan seorang bayi yang dibenci oleh ibu kandungnya. Buah hati yang ditelantarkan pemiliknya, setelah dikandung sembilan bulan bersakit-sakit. Kisah tentang bayi telantar di Rumah Sakit Ansyari Saleh. Setelah hampir empat bulan menginap di rumah sakit milik pemerintah Kalsel itu, Senin (2/6) kemarin, dia diserahkan pada orangtua asuhnya. Ini kisahnya.

SEDIH - Perawat Helmina menangis haru saat perpisahan dengan bayi Ansyari Saleh


MATA Helmina memerah. Tangannya memeluk erat tubuh bayi Ansyari Saleh. Tak henti-henti, bibirnya mencium wajah dan leher bayi laki-laki itu. Akhirnya tangis pun pecah. Seluruh perawat di Ruang Bayi Merah Delima RS Ansyari Saleh Banjarmasin larut dalam tangis.

“Saya sedih sekaligus senang. Sedih karena akan ditinggal anak yang berbulan-bulan kami rawat. Tapi juga senang, akhirnya bayi ini punya rumah tempat dia pulang. Saya janji akan sering menengoknya,” kata Kepala Ruang Bayi Merah Delima tersebut.

Bayi yang telah tinggal orangtuanya empat bulan lalu, dijemput oleh orangtua asuhnya, Senin (2/6) pagi, sesuai janji Dinas Kesejahteraan Sosial Kalsel. Pasangan Hamdani-Enik Maryati menerima putera mereka dalam acara serah di aula lantai dua RS Ansyari Saleh.

Seluruh pihak yang tergabung dalam Tim PIPA (Pertimbangan Perijinan Pengangkatan Anak), hadir di sana. Selain itu, rombongan keluarga dan tetangga Hamdani juga tampak memenuhi tempat duduk.

Dalam sambutannya, Direktur RS Ansyari Saleh dr Sriyanto mengingatkan pasutri Hamdani-Enik agar merawat bayi itu dengan baik layaknya anak sendiri. “Mengenai nama panggilan, saya hanya mengingatkan, Pak Wagub pernah titip nama Muhammad. Selanjutnya terserah orangtua asuh,” ujar Sriyanto.

Selanjutnya, dilakukan pembacaan surat keputusan pengasuhan oleh Sekretaris Tim PIPA Sarbaini yang secara resmi memberi payung hukum bayi itu. Pengasuhan berjalan enam bulan, yang akan dievaluasi lagi. Jika baik pola pengasuhannya, akan ditetapkan menjadi orangtua angkat.

Setelah pembacaan SK, bayi Ansyari dibopong bergantian. Pertama oleh perawat Helmina, diberikan kepada direktur RS dr Sriyanto, lalu digendong Kadinkesos Kalsel Bachriar Hanafi. Setelah itu, diberikan kepada Enik Maryati yang langsung menerima dengan tangisan haru. Tubuh mungil itu dipeluknya erat-erat.

HARU - Pasangan Hamdani dan Enik Maryati terharu menerima putra mereka, Muhammad Anugerah Ansyari Saleh.

Acara serah terima itu berlangsung singkat. Ditutup dengan pembacaan doa bersama untuk bayi mungil itu. Hamdani langsung memboyong anak lelakinya yang baru itu ke rumah mereka di Jl Tepian Kali Barito Rt 25 Kuin Cerucuk Banjarmasin Barat.

“Saya bersyukur diberi amanah ini. Kami akan merawat sebagaimana anak kandung kami. Terutama masalah pendidikannya,” kata Hamdani seusai penyerahan.

Jika di kemudian hari ibu kandung bayi itu datang untuk meminta, Hamdani siap menghadapi secara hukum. “Tidak semudah itu dia mengambil. Dia akan berhadapan dengan aparat dulu. Setelah itu proses hukum,” tambah lelaki yang juga staf Humas PT Arutmin ini.

Sementara itu, saat rombongan Hamdani hendak pulang, suasana di pintu gerbang rumah sakit sangat ramai. Pasien yang berobat ingin tahu wajah bayi yang ditelantarkan itu. Mereka berebut melongok ke mobil yang ditumpangi Enik Maryati dan keluarganya.

Tiga perawat tidak rela melepas begitu saja bayi Ansyari Saleh. Helmina dan dua perawat lain, ikut ke rumah Hamdani di Kuin Cerucuk. “Saya nggak mau kehilangan jejak. Nanti kalau kangen, susah nyarinya kalau nggak tahu rumahnya,” kata Helmina.

Tetangga dan keluarga besar Hamdani, sudah memenuhi rumah mungil bercat hijau muda di Jl Tepian Kali Barito 2 itu. Para bapak dan ibu itu bergegas bangkit, ketika Enik berjalan masuk rumah dengan menggendong si kecil.

Shalawat lalu bergema dipimpin Kai Anggut, sesepuh setempat. Upacara tapung tawar segera dilakukan. Sesepuh kampung itu memercikkan air doa keberkahan ke bagian kepala dan tubuh si Muhammad Ansyari Saleh, diiringi shalawat dari para tamu.

Setelah itu, ada acara pesta kecil sebagai bentuk syukur. “Yah, kami masak-masak sedikit buat selamatan. Sekaligus untuk menyambut kedatangan warga baru di keluarga kami,” ujar Enik.

Keramaian itu berlangsung sampai maghrib. Para tamu, kebanyakan para ibu, mencandai si kecil. Mereka gemas dengan kemontokan tubuh bayi lelaki itu. Apalagi, bayi itu jarang menangis.

Saat magrib, berangsur-angsur para tamu pulang. Si kecil pun mulai terlelap di rumah barunya. Ditidurkan ibu asuh yang penuh kasih sayang.[]

3 comments:

  1. Semoga Muhammad Ansyari Saleh menjadi pribadi yang kuat dan dikaruniai berkah tak terhingga dariNya. Demikian pula mereka yang menjadi orang tuanya kini, termasuk mereka yang secara tulus pernah berniat untuk mengasuhnya.

    Sementara nasib mereka yang melahirkan dan meninggalkannya, biarlah Dia yang memutuskannya...

    ReplyDelete
  2. Semoga dia kan jagi cahaya suatu hari.Amiin ya Allah

    ReplyDelete
  3. jalan hidup yang telah digariskan-Nya bagi Ansyari Saleh, tentu itulah yang terbaik. Orang yang telah melahirkan dan meninggalkannya, berarti belum mampu menjalankan amanah yang diserahkan sang khalik. suatu saat, tentu perlu ke bjb..bertemu ida itu!

    ReplyDelete