Wednesday, February 6, 2008

Tagana Urusi Pernikahan

Hendak menikah? Persiapannya tentu harus matang. Untuk sebuah resepsi pernikahan yang mengundang banyak orang, tentu harus disiapkan mulai dari tenda, makanan, dan pernik lainnya.

Penyewaan perlengkapan fasilitas acara perkawinan di Kota Banjarmasin cukup banyak. Ternyata bukan hanya pihak swasta, sebuah unit teknis penanggulangan bencana di bawah naungan Dinas Sosial juga ikut menyediakan fasilitas tersebut.

Satuan Unit Tagana (Taruna Siaga Bencana) yang bermarkas di Gang 20, Jalan Sutoyo S Banjarmasin Tengah, dalam waktu senggangnya menyewakan tenda dan melayani jasa memasak nasi untuk acara perkawinan dan lain-lain. Mereka sudah terlatih bongkar pasang tenda dan memasak dalam jumlah banyak pada saat pembuatan dapur umum di kantong-kantong bencana.

Demikian dikatakan Rihani Amin (34), salah seorang petugas Tagana. Anggota Taruna Siaga Bencana itu menambahkan, dia bersama tim pada hari-hari tertentu melayani penyewa tenda untuk berbagai acara, dengan izin komandannya. “Kami tidak berani bergerak, kalau komandan tidak mengiyakan,” ujarnya.

Untuk jasa penyewaan tenda dalam satu hari acara, seperti pesta perkawinan, Tagana membandrol harga Rp 30 ribu per satu unit tenda berukuran 4 x 6 meter. Sedangkan biaya menanak nasi per liter beras dikenakan Rp 2.000, dengan catatan beras disediakan oleh yang punya acara. “Tapi kita sering berikan discount. Bahkan bagi orang yang tidak mampu membayar, kita gratiskan,” katanya.

Tagana tidak menyediakan paket lengkap untuk pesta pernikahan selain tenda, seperti fotografer dan katering. Rahmad, petugas Tagana yang lain mengatakan, untuk hal itu mereka tidak mungkin bisa, karena memerlukan biaya dan waktu yang banyak. “Modal dari mana, lagian kami cuma mengisi waktu luang, sambil menunggu perintah tugas,” ucapnya.

Dalam sebulan, penyewaan tenda milik Dinsos tersebut empat kali mendapat pesanan pemasangan. Artinya, hampir setiap minggu mendapat order. Tetapi pesanan tersebut jarang disertai dengan jasa memasak nasinya. “Mungkin karena kalah dengan katering yang menyediakan menu lengkap masakan,” jelasnya.

Keuntungan dari kegiatan ekstra tersebut, sebagian diserahkan ke kas satuan dan sebagian lainnya dibagi sesuai dengan porsi kerja para personil yang berjumlah enam orang. “Rata-rata kami per orang mendapat hasil sekitar Rp 300 ribu dalam sebulan, lumayan bisa mentraktir pacar,” kata Amin terkekeh.[]

No comments:

Post a Comment