Saturday, February 2, 2008

Kompleks Mess Mulai Sepi

Suasana pelabuhan kapal ferry yang biasa digunakan menyeberang oleh para karyawan PT Austral Byna, Jumat (1/2) siang tampak ramai. Biasanya, di tempat itu banyak karyawan lalu lalang yang pulang dari shift kerja malam. Tapi, siang itu justru banyak orang pindahan.

Beberapa penduduk menggunakan gerobak untuk mengangkut kasur, lemari, meja kursi dan perabot rumah tangga yang lain. Barang-barang itu segera dinaikkan ke atas kelotok yang menunggu di pinggir Sungai Martapura.

Kelotok penuh dengan perabotan beberapa keluarga yang satu kali angkut. Menurut salah satu penduduk, mereka yang sudah di-PHK perusahaan, akan pulang ke hulu sungai, sebagian ke Tanah Laut.

“Suasana mess sudah tidak seramai dulu. Satu per satu mulai meninggalkan kompleks,” kata Hendy, salah satu karyawan. Ini menyusul keluarnya pengumuman dari perusahaan bahwa mess harus segera kosong maksimum satu bulan lagi. Jika tetap di situ pun, listrik akan diputus oleh PLN.

Ketika saya sampai di kompleks mess, banyak yang mulai ditinggalkan penghuninya. Kebanyakan yang beraktivitas di sana adalah penduduk Kelurahan Mantuil, yang rumahnya berbatasan langsung dengan kompleks.

Dalam pengumuman yang ditempel di setiap barak itu tertulis, seluruh karyawan dilarang membawa pergi seluruh barang yang termasuk fasilitas perusahaan. Termasuk jika penghuni membuat bangunan tambahan di depan atau belakang mess, dilarang melakukan pembongkaran. Hanya perabotan boleh diangkut.

Beberapa karyawan menyayangkan keputusan yang pukul rata itu. “Bagi yang bujangan mungkin tidak masalah. Tapi karyawan yang anaknya masih sekolah SD atau MTs di sini, tentunya harus diberi kompensasi khusus. Kasihan anak jika harus keluar tiba-tiba,” kata Ahmad, seorang karyawan.

Di dalam kompleks mess yang masuk Rt 7 Rw II Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan itu, selain 50 barak yang berisi sekitar 300 keluarga, juga ada sekolah, yaitu TK, SD dan MTs Bina Takwa.

Seluruh staf pengajar sekolah, selama ini digaji oleh perusahaan. Maryati, Wakil Kepala SD Bina Takwa, juga di-PHK bersama 13 guru lainnya. “Nasib sekolah ini belum ditentukan. Kami berharap tetap dilanjutkan pengelolaannya oleh Dinas Pendidikan. Sudah banyak prestasi yang diraih sekolah kami ini," ujar Maryati penuh harap. []

No comments:

Post a Comment