Tuesday, November 27, 2007

Rental Komik, Yuk

Dua anak berseragam SD membolak-balik halaman komik Detektif Conan. Mereka membaca beberapa halaman, lalu meletakkan kembali. Tangannya mencomot komik lain. Sabtu (24/11) siang itu, tempat penyewaan komik Dr Zero di Jl Adhiyaksa Kayu Tangi tampak ramai dikunjungi mahasiswa, pelajar dan anak-anak SD.

Ruangan berukuran 3 x 6 meter itu penuh sesak dengan novel, komik dan majalah yang berdiri di jajaran rak berlapis kertas hias. Lampu temaram membuat kesan sejuk di siang yang panas itu. Sehingga ada juga pengunjung yang memilih membaca di tempat.

Di sana ada koleksi komik berbagai versi. “Biasanya cowok suka pinjam komik bertema sport, perang-perangan dan ninja,” kata Lathifah (18), penjaga di Dr Zero.

Sementara untuk peminjam novel teenlit kebanyakan gadis-gadis remaja. “Soalnya, banyak yang bertema romantis,” ujarnya dengan tersipu. Dia sendiri mengaku suka novel bertema cinta. Saat itu, di tangannya ada novel Scandalous Pride tulisan Diana Hamilton.

Harga sewa cukup terjangkau untuk kalangan remaja. Rp 1.200 untuk satu komik per hari. “Nominal itu, kita ambil dari 10 persen harga beli buku,” kata mahasiswi Fakultas Ekonomi Unlam ini. Jika lewat, dendanya sama dengan harga sewa.

Bagi member awal, dipungut uang pendaftaran Rp 5.000 dan gratis meminjam dua komik. Berikutnya, jika meminjam harus meninggalkan identitas diri bisa KTP, Kartu Pelajar atau Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

Sistem peminjaman di Dr Zero tampaknya cukup rapi. Setiap member memiliki satu kartu berisi kolom identitas, judul buku dan waktu pinjam. Rekap peminjaman dikumpulkan dalam satu buku besar. Setiap buku juga memiliki nomer kode tersendiri.

Tarif Dr Zero agak lebih mahal dibanding dengan Shibuya Comic Center di Jl Flamboyan I Kayu Tangi yang hanya Rp 1.000 untuk satu komik serial. Bahkan untuk komik baru (new release), Shibuya berani memasang harga sewa Rp 900. “Pendapatan satu hari bisa Rp 50.000,” kata Zuhdi (18) penjaga di Shibuya.

Persyaratan sewa Shibuya tidak serapi di Dr Zero, tidak ada kartu peminjam. Namun, ruangan lesehan 3 x 3 meter menjadikan pembaca lebih nyaman.

Komik mendidik

Pembaca komik akan hanyut dalam cerita yang dibangun oleh pengarangnya. Kekuatan ilustrasi, alur cerita dan tampilanlah yang menjadikan pembaca betah memelototi setiap detil gambar di lembaran komik.

Komik mengajarkan nilai-nilai persahabatan, solidaritas dan cinta. Seperti pengakuan Hendra (23), dosen muda FE Unlam ini juga komik-mania. “Banyak pelajaran bisa diambil dari komik, tapi tidak semua komik itu mendidik,” ujarnya.

Hendra biasa menyewa komik di Meratus, Jl Meratus belakang kampus STIE Nas. “Di sana sudah buka sejak tahun 80-an, sejak SD saya sudah meminjam di sana,” ujar lelaki yang tinggal di Sungai Miai ini.

Menurutnya, ada dua jenis komik, yaitu versi Amerika dan Jepang. Komik Jepang disebut manga. Komik Amerika lebih banyak mengajarkan action, sementara manga lebih menyentuh jiwa. “Manga menggairahkan, bisa bikin menangis dan yang jelas, lebih dari sekedar komik,” katanya sambil menerawang.

Ada juga komik untuk dewasa, misalnya The Simpson dan Sinchan. Keduanya cocok dikonsumsi orang dewasa yang sudah bisa memahami kenakalan bukan untuk dicontoh. “Ini yang saya maksud tidak mendidik bagi anak-anak,” katanya.

Genre yang lain adalah Saint Seiya, ceritanya sangat dalam. Hanya yang berusia 20 tahun ke atas bisa memahami nilai- nilai yang diajarkan komik itu.

Pendapat senada dikemukakan Martina Rahmi (23). Dokter muda di RSUD Ulin ini menganggap komik sebagai pembuka cakrawala. Alumni Fakultas Kedokteran Unlam ini mengaku lebih suka novel bertema detektif, pengorbanan dan perjuangan.

Misalnya, Topeng Kaca Bidadari Merah, berisi kisah perjuangan seorang pemain teater yang mengawali kiprahnya dari nol. Novel kedua adalah Rose of Versailles yang mengisahkan perjuangan Maria Antoinette di Perancis. “Komik itu luar biasa,” ucap Rahmi, panggilan akrabnya.

Ternyata, penyuka komik bukan hanya anak-anak atau remaja. Kalangan profesional juga tetap membutuhkan komik sebagai sarana refreshing dan pembelajaran. Ke depan, bisnis rental komik ini tampaknya akan tetap laku.[]

3 comments:

  1. lha kok semakin privat ngono akh.navbar diilangi,shoutbox ya dicomot...welah

    ReplyDelete
  2. kalau boleh tau sekarang alamatnya dimana ya? adek saya mau ngembaliin komik yg udah lama di pinjem , belum di kembaliiin . tolong infonya dong . makasih

    ReplyDelete