Tuesday, November 27, 2007

Maaf, Anggota Polri Dilarang Masuk

Di belakang Hotel Banjarmasin Indonesia (HBI), yang terletak di Jalan A. Yani Kilometer 4,5, berdiri bangunan lima lantai. Lampu kerlap-kerlip menghiasi dinding luarnya. Baliho besar menempel di lantai lima. Baliho itu dibuat dari lampu warna-warni, di sana tertera tulisan BOEC (Banjarmasin One-stop Entertainment Center). Sebulan yang lalu, saya ke tempat itu.

Lift berkaca transparan naik turun mengangkut orang yang berdatangan. Di gedung itu ada fasilitas spa (mandi lulur), sauna (mandi uap), fitness, aerobik, diskotik dan karaoke. Ruang untuk diskotik dan karaoke adalah tempat yang paling sering dikunjungi orang.

Jam menunjukkan pukul 20.30, suasana masih sepi. Biasanya, mulai ramai di atas pukul 23.00. Anak muda Banjarmasin menjadikan gedung ini sebagai wahana hiburan, kencan dan berkumpul bersama kawan-kawan. Meski begitu, kaum setengah baya juga tidak sedikit.

Di lantai empat gedungitu terdapat sebuah diskotik besar. Delapan orang berpakaian serba gelap menjaga di depan pintunya. Pin kecil Polri berwarna emas menempel di dada kanan mereka. Mereka adalah anggota satuan pengamanan (satpam) yang dilatih khusus oleh pihak kepolisian.

Stiker bertuliskan “Anggota Polri Dilarang Masuk” menempel dengan mencolok di kaca pintu yang transparan. Tertera di stiker itu, sanksi hukum yang wajib diterapkan kepada anggota polisi yang datang ke diskotik. Tapi, jelas sanksi itu hanya untuk yang memakai seragam dinas. Kalau hanya berpakaian preman bagaimana? Yah, diperlakukan sebagaimana warga biasa lah.

Resepsionis menjaga di meja depan. Tiga gadis ditemani beberapa lelaki yang berseragam kaos putih. Sebuah merek rokok tertera di kaos mereka. Setiap yang hendak masuk ke ruangan diskotik harus melalui resepsionis ini dulu.

Di depan resepsionis, seorang gadis cantik berpakaian ketat. Rok mini ukuran setengah paha dipakainya. Sepatu hak tinggi menjadikan langkah berirama. Bersama tujuh kawannya keluar dari pintu lift. Bergegas menuju ke pintu diskotik. Saat pintu terbuka, terdengar suara house music cukup keras. Musik yang menggelegar dan berirama rancak, membuat pendengarnya otomatis menggerakkan badan.

Untuk bisa masuk ke dalam, setiap orang diwajibkan membayar uang Rp 35.000. Pelanggan yang biasa disebut member, akan mendapat akses masuk sekaligus satu botol softdrink (minuman ringan).

Di dalam ruang diskotik para penikmat musik bergoyang. Semacam konser kecil yang sangat meriah. Lampu gemerlap, kadang terang benderang kadang gelap gulita. Bola lampu bergerak memutar. Sorotnya yang penuh warna: merah, hijau, kuning bekerlipan menimpa wajah dan tubuh pelanggan yang bergoyang keras.

Sementara di lantai lima, ruangan diskotik dan karaoke berupa kamar. Hanya member penyewa yang bisa memakainya. Setiap kamar berisi fasilitas disko, ranjang dan kamar mandi. Penyewa bebas melakukan apapun di dalam ruangan itu. Biasanya, penyewa membawa ladies yang bisa dipesan pada resepsionis.

Lorong gelap membelah kamar-kamar di kanan kiri. Di ujung lorong ada bartender yang melayani pelanggan. Mereka menyediakan minuman berbagai macam merek, baik minuman ringan maupun minuman keras. Di tempat itu, tampaknya kepuasan dan privasi pelanggan sangat diutamakan.

Demikianlah, dunia gerlap malam di Banjarmasin. Kota yang konon termasuk terpanas ke-11 di Indonesia.[]

3 comments:

  1. *Sementara di lantai lima, ruangan diskotik dan karaoke berupa kamar. Hanya member penyewa yang bisa memakainya. Setiap kamar berisi fasilitas disko, ranjang dan kamar mandi.*

    informasi diatas tidak benar. tidak ada fasilitas ranjang di ruang karaoke. Juga ada peraturan-peraturan untuk penggunaan ruang, jadi tidak benar jika disebutkan bahwa penyewa bebas melakukan apapun diruang karaoke.

    mohon di ralat artikelnya.terimakasih

    ttd.
    TEAM Sound and Lighting BOEC

    ReplyDelete
  2. Jangan sembarangan yo.. Di karouke hbi mana ada fasilitas ranjang emang nya hotel...tlng di ralat itu tdk benar sy pelanggan setia karouke hbi stiap ada meeting perusahaan di situ tlng nanti istri sy jd brpikir yg tdk2 dngn karouke hbi.

    ReplyDelete
  3. Saya ralat. Sebetulnya bukan ranjang, yang ada adalah sofa panjang. Demikian ralat yang saya sampaikan. Terimakasih atas atensinya.

    ReplyDelete