Wednesday, September 26, 2007

Kematian Hantu Mood

Anda pernah mengalami sebuah kemalasan ketika melakukan aktivitas? Atau sebuah kebosanan yang menyesakkan? Merasa aktivitas yang sedang anda lakukan adalah sebuah rutinitas tiada guna? Butuh sebuah kemarahan untuk membuat dobrakan atas kejenuhan. Butuh sebuah kegeraman luar biasa terhadap gejala kemandegan berfikir. Dan yang jelas, butuh kekuatan jari yang mau menari ketika keinginan menulis itu padam.

Benar kata para filosof, “aku berfikir maka aku ada”. Namun berfikir belum tentu menulis. Sementara itu, dapat menulis dipastikan berfikir pada saat yang sama. Saya yakin itu, walaupun William ’Sean Connery’ Forrester bilang bahwa menulis itu tidak perlu berfikir. Cukup gerakkan tanganmu. Tapi begitulah manusia, berfikir adalah pekerjaan azali. Manusia ditakdirkan memiliki kerutan-kerutan rumit di permukaan otaknya. Mungkin itu menjadi semacam kanal alur ide dan gagasan yang tersalur secara sempurna dalam keagungan penciptaan.

Kita kenal yang namanya ‘mood’, atau setidaknya pernah mendengar kata itulah. Banyak orang ketika malas, mengatakan “sedang nggak mood.” Sebetulnya mood itulah yang menjadi hantu, makhluk yang menyesatkan manusia. Bisa juga mood adalah bahasa keren dari setan! Bayangkan, saat sebetik ide sudah muncul, komputer sudah dinyalakan, dan jemari sudah menentuh keyboard. Tiba-tiba semua ide [terasa] hilang! Akhirnya kita lebih asyik memilih bermain game dan mengotak-atik aplikasi lain yang tidak ada hubungannya dengan dunia tulisan.

Baiklah, sudah saatnya kita mematikan hantu mood itu. Mungkin perlu kita rapalkan beberapa ajian atau mantra yang sakti untuk membunuh makhluk keji ini. Kenapa keji, karena dia bisa menghalangi prestasi kita menjadi sebuah kesedihan dan keputusasaan. Atau pada saat yang berbeda, membunuh kepekaan sosial intelektual kita menjadi seonggok ketidakacuhan yang memuakkan manusia bernurani.

Saya tidak tahu apa arti mood. Tapi, jika anda juga memiliki ketakutan yang sama dengan saya terhadap mood ini. Maka, mari bersama rapalkan ajian, “enyahlah kau segala rasa malas!”[]

1 comment:

  1. huahahaha... mood itu bagian dari diriku min!

    mood adalah bagian terlemahku, dan juga sekaligus menjadi bagian terbaikku.

    kalo mood bagus, tulisan oke. kalo mood jelek, maka hancurlah semuanya! hehehe...

    ReplyDelete