Tuesday, May 22, 2007

Seribu Lilin di IAIN Antasari

Minggu malam, 20 Mei 2007, saya memasuki gerbang kampus IAIN Antasari. Saat itu sudah pukul setengah sepuluh malam. Semenjak dari depan gerbang, sepanjang 20 meter ke dalam, kanan kiri jalan dan boulevard kampus penuh dengan lilin. Kerlap-kerlipnya nampak indah dan menimbulkan kesan syahdu. Keheningan yang tercipta sangat cocok untuk refleksi. Ratusan batang lilin lain menyala memenuhi taman, pinggir jalan dan lapangan kampus.

Ternyata benar, di halaman Perpustakaan Pusat IAIN Antasari, seratus lebih mahasiswa dan beberap masyarakat berkumpul. Di depan mereka sebuah layar putih menampilkan film. Saya sangat hapal, karena berkali-kali menonton film itu, yakni Tragedi Reformasi 1998. Seperti layar tancap di alam terbuka, penonton menatap dengan seksama. Polisi dan pasukan anti huru-hara mengejar mahasiswa yang hanya bisa berteriak, "Hidup Reformasi". Lalu tendangan dan pukulan aparat menghampiri tubuh kurus dan rambut yang gondrong itu.

Malam itu, refleksi reformasi dilakukan di kampus IAIN. Penyelenggara acara adalah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat IAIN Antasari. Seratus lebih orang berkumpul di larut malam itu, nampaknya juga dari berbagai elemen mahasiswa, baik 'kiri' maupun 'kanan'. Acara yang unik seperti ini menarik untuk diliput. Beberapa media nampak hadir, dari televisi hadir Trans7 selain beberapa radio dan koran lokal.

Setelah acara pemutaran film Tragedi Reformasi, dilanjutkan dengan refleksi oleh pelaku reformasi. Hadir pada malam itu Ibnu Sina, S.Pi., pendiri KAMMI Kalimantan Selatan memberi refleksi. Ibnu Sina adalah alumni jurusan perikanan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), mantan aktivis mahasiswa dan saat ini telah menjadi ketua Komisi I DPRD Kalimantan Selatan melalui PKS. Dalam usia 29 tahun, Ibnu memutuskan menjadi wakil rakyat Kalsel.

Saat Ibnu Sina maju ke depan. Seluruh peserta yang nampaknya sudah terbakar dengan film, berteriak keras, "Hidup Mahasiswa, Hidup Reformasi, Allahu Akbar!" berkali-kali. Dengan diiringi lantunan instrumentalia, Ibnu memberi cerita kronologis proses reformasi yang didahului demonstrasi mahasiswa, terutama di kota Banjarmasin dan Banjarbaru, dimana Unlam berdiri.

"Kami menyaksikan sebuah pergantian kekuasaan. Bahkan kami, para mahasiswa mendorong peralihan itu. Tetapi sayang, sekarang masih banyak orang yang sama sekali tidak menaruh saham dalam reformasi tetapi memegang power. Mungkin saatnya kaum muda memimpin sekarang. Hidup Reformasi!" teriak Ibnu.

Peserta hanyut dalam paparan dan refleksi yang sangat menggugah semangat itu. Ibnu menyadarkan para hadirin yang seluruhnya mahasiswa itu tentang eksistensi gerakan, tentang relasi negara dan mahasiswa, tentang posisi sentral mahasiswa dan sinergi antar elemen bangsa. Penjelasan yang reflektif dan kontemplatif itu ditutup dengan sebuah doa akan kebangkitan bangsa.

Setelah itu, acara Refleksi Reformasi diakhiri dengan muhasabah oleh ustadz Bambang Kismanto. Dengan metode ESQ, peserta diajak mengetahui hakikat diri. Layar lebar dan suara sound system yang bergema itu membawa peserta dalam nuansa spiritual yang kental. Mulai dari proses penciptaan manusia, ketundukan otak terhadap Rabb, penciptaan alam semesta yang sejatinya tunduk kepada Allah, dipaparkan oleh ustadz Bambang. Peserta mulai sesenggukan, menangis menyesali dosa yang bertumpuk. Pencerahan jiwa sedang berlangsung.

Seluruh acara diakhiri pukul 00.30. Ditutup oleh ketua KAMMI IAIN Antasari, Muhammad Rizali dan Ketua KAMMI Daerah Kalsel, Mudzakkir Fahmi. Sepertinya acara seperti ini cukup menarik jika sering kita lakukan. Perpaduan antara semangat perjuangan mahasiswa yang menggebu di jalanan dengan muhasabah spiritual. Kesadaran komprehensif niscaya tercipta, bahwa perjuangan mahasiswa semata untuk menegakkan kebenaran, keadilan dan nilai-nilai luhur ketuhanan.[]

1 comment:

  1. Memang banyak yang pergi
    Tidak sedikit yang lari
    Sebagian memilih diam bersembuyi
    Tapi… Perubahan adalah kepastian
    dan untuk itulah kami bertahan
    Sebab kami tak lagi punya pilihan
    Selain terus melawan sampai keadilan ditegakan!

    Kawan… kami masih ada
    Masih bergerak
    Terus melawan!
    www.pena-98.com
    www.adiannapitupulu.blogspot.com

    ReplyDelete