Saturday, May 12, 2007

Memaknai Rutinitas

Tadi malam, secara tidak sengaja saya memutar radio. Bertemu dengan channel SmartFM 101,1 Banjarmasin. Dan, di sana ada suara Prie GS, karena memang acaranya adalah "Refleksi Bersama Prie GS", sang budayawan itu. Akhirnya saya putuskan tetap di channel favorit itu, mendengarkan ujaran-ujaran kontemplatif dari mas Prie GS yang siaran dari Smart FM Semarang.

Awalnya, mas Prie bercerita tentang got yang selebar rumahnya, tepat berada di depan rumah. Got itu mengalir, penuh dengan sampah yang bermacam jenis. Salah satu yang paling banyak--dan dibenci--adalah sampah plastik, yang jelas sulit terurai. Kecuali setelah ratusan tahun.

Got yang kotor itu, dibersihkan oleh mas Prie. Pagi hari membersihkan, seluruh sampah diangkat sehingga alirannya lancar kembali. Ternyata, saat menjelang sore, got yang bersih tadinya, sekarang penuh dengan sampah yang entah berasal dari mana. Hal itu belum diambil pusing. Esok paginya, mas Prie melakukan aktivitas biasa: membersihkan got. Semata-mata, karena TANGGUNGJAWAB. Menurut mas Prie, tanggungannya adalah got yang selebar rumahnya saja, selebihnya milik tetangga. Kejadian sama berulang, sorenya kotor lagi.

Akhirnya mas Prie melirik got yang di depan rumah tetangga. Sama sekali tidak pernah dibersihkan, dibiarkan menumpuk dan tersumbat sampah. Anehnya lagi, sang tetangga sama sekali tidak merasa terganggu dan tidak ambil pusing. Nampaknya enak juga menikmati ketidakpedulian, hampir saja terfikir begitu.

Di sinilah refleksi dan kontemplasi itu terjadi: memaknai rutinitas. Jika kita berfikir, "buat apa makan, toh nanti lapar lagi." Atau "buat apa mandi, toh nanti kotor lagi." Maka kita sedang menjebakkan diri dalam apatisme. Keberulangan aktivitas ternyata harus difikir secara mendalam, harus dimaknai sebagai sebuah proses yang membiasa sekaligus bernilai.

Memaknai rutinitas, bukan sekedar membunuh kebosanan. Memaknai rutinitas adalah meneguhkan idealisme. Demikian juga ibadah. Rutinitas sholat adalah peneguhan pengabdian kepada yang Maha segala Maha[]

No comments:

Post a Comment