Wednesday, May 30, 2007

Doakan Kami

Kawan-kawan sekalian, saya baru pulang dari sebuah pertemuan yang cukup membuat saya bergairah. Sesuatu yang membuat saya berdebar, penuh harap, dan membinarkan sorot mata saya. Ibaratnya, pijar-pijar yang muncul dari sebuah instalasi. Itulah debaran semangat dan gairah yang menyelimuti batin saya sekarang. Memang, setiap selesai melakukan sebuah aktivitas, yang itu memiliki sebuah kaitan dengan visi masa depan, selalu saya sangat bergembira. Terlebih itu memiliki kecocokan dengan cita-cita besar saya, minat hidup saya dan impian lama semenjak mengenal dunia.

Kawan-kawan, saya ingin berbagi saja. Sekiranya nanti di antara anda ada yang berminat untuk umpat (bergabung, bhs. Banjar), maka sebuah kebahagiaan bagi kami. Ya, pertemuan tadi bukanlah sesuatu yang biasa. Bersama seorang doktor manajemen publik dari Universitas Brawijaya dan beberapa master dari UGM. Kami berkumpul di Rumah Makan Sari Patin Kayutangi, tepat di meja paling belakang yang sejuk.

Ditemani suara gemericik kolam kecil dan desiran angin yang menyisir dedaunan taman mungil, kami mendiskusikan tentang sebuah rencana besar. Setidaknya, cita-cita ini bagiku cukup besar, yaitu menciptakan sebuah wadah idealisme bersama para akademisi dan praktisi sosial. Sebuah lembaga swadaya yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat.

Akankah, kita kelaparan di lumbung padi? Kesadaran bahwa kemiskinan masih diderita oleh masyarakat mayoritas di Kalimantan Selatan, juga kesadaran bahwa sumber daya alam kami sangat melimpah. Pemikiran itu, menyebabkan kami, bersama civitas akademika FISIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, bercita-cita untuk ikut memberi solusi. Doakan kami, semoga bisa melaksanakannya.[]

Pamitan

Sekaligus, saya ingin berpamitan dengan kawan-kawan sekalian. Satu minggu ini tidak akan menyentuh internet. Insya Allah mendapat tugas untuk menembus pelosok Borneo. Tanggal 1-3 saya ke Kotabaru. Jika anda melihat peta Kalimantan, tepat di ujung tenggaranya ada pulau kecil yang terpisah dari tubuh pulau Kalimantan, dibelah sungai. Itulah kabupaten Kotabaru, 8 jam perjalanan dari Banjarmasin.

Berikutnya tanggal 4-8 Juni, saya bertugas ke Kandangan. Kota yang cukup sering saya kunjungi. Kali ini ada pelatihan berupa pendalaman materi bagi pegawai kehumasan Pemkab Hulu Sungai Selatan.

1 comment:

  1. Aktivis ataupun dedengkot mahasiswa yang senantiasa berkecimpung dalam pergulatan gerakan, tentu akan melekat terus smpai ia dimasyarakat, bahkan aktivis mahasiswa berharap bahwa lahan aktivitas pasca kampus, tak terlepas dari gerakan masyarakat. Tentu saja ini menjawab terhdap beban moril ke-Universitas-an bahwa diharapkan sarjana-sarjana mampu berdedikasi di grass root. Borneo, adalah wilayah kaya yang mengundang banyak investor untuk bisa berkubang diborneo zone. Pemberdayaan masyarakat adalah sebuah kesenangan immaterial yang membawa pegiatnya sadar akan makna kelelahan dimasyarakat. Saya tunggu kontribusinya di sisi Borneo Barat.

    ReplyDelete