Thursday, March 22, 2007

Siapa Ingin Sekolah Lagi?

Sekolah adalah candu, kata Roem Topatimasang. Buku kecil itu aku baca saat SMA kelas dua, aku dapatkan dari ketua PMII Komisariat Undip, kawan satu pesantren. Inti buku itu adalah bahwa, pertama, sekolah terlampau formal, sempit, ketat dan terbatas. Kedua, sekolah punya kultur yang feodal dan otoriter.

Sekolah lantas hanya didefinisikan sebagai proses belajar dalam sebuah lembaga pendidikan yang formal dengan seperangkat aturan yang ketat dan kaku. Padahal, sekolah sebenarnya bisa didefinisikan secara lebih luas sebagai suatu proses belajar dalam kehidupan semesta ini. Sekolah adalah seluas kehidupan itu sendiri. Begitu salah satu tesis buku sederhana ini.

Namun, sekolah--dalam pengertian kelas-kelas, buku-buku dan guru-guru--juga alat untuk berhasil. Setidaknya untuk menghadapi dunia ke depan, pengetahuan yang diwariskan dalam institusi "candu" itu bisa digunakan sebagai senjata dalam kompetisi. Perlombaan mendapatkan pekerjaan, akses kekuatan, privelese, prestise atau 'kebanggaan-kebanggaan' semu lainnya.

Apalagi bagi kawan-kawan yang memiliki cita dan keinginan tinggi menjadi sesuatu tokoh dalam sesuatu hal tertentu. Ketokohan terbangun melalui hierarki pengetahuan yang memiliki sistem dan piramida sendiri. Penguasaan terhadap sebuah gugus ilmu menjadikan seseorang 'penting' di mata publik. Ke-waskita-annya menjadikan sebagai pandita.

Karena itu, bagi kawan-kawan yang ingin sekolah lagi, bersegeralah! Kebetulan ada tawaran beasiswa S-2 dari Menpora itu. Negara memfasilitasi anda kaum muda dan aktivis pergerakan untuk kuliah di Universitas Indonesia secara gratis. Semoga bisa menjadi wasilah kebaikan.[]

2 comments:

  1. si rijal posting info beasiswa di milis tapi gak pake syarat2nya.. T_T

    ReplyDelete
  2. waahhh, aku mau donk... maksudnya meneruskan studi yg sempat terlantar... :D

    ReplyDelete