Saturday, March 17, 2007

Mari Belajar Menulis

Tidak ada mimpi muluk-muluk. Kami hanya ingin agar menulis menjadi tradisi, pengetahuan diwariskan dengan buku dan nilai-nilai kebaikan terjaga dalam manuskrip. Kami juga pernah mendengar sebuah pepatah Yunani kuno, verba valent scripta manent, bahwa ucapan akan hilang oleh waktu sementara tulisan akan lestari. Karena itulah kami duduk melingkar di sini. Berbincang tentang jurnalisme dan kepenulisan. Tentang sastra dan fakta. Tentang berita dan feature.

Setiap hari Jumat sore bertempat di sebuah taman, di depan gedung Rektorat IAIN Antasari Banjarmasin, kami berkumpul untuk berdiskusi. Ada lima belas orang yang aktif mengikuti kegiatan ini. Mayoritas mahasiswa IAIN Antasari, dan beberapa dari Universitas Lambung Mangkurat. Hari Jumat kemarin (16 Maret 2007), kami berkumpul kembali. Hanya masalah nama belum dituntaskan.

Ada usulan nama Bengkel Jurnalistik Mahasiswa Profetik (BJM-P), ada juga yang mengusulkan nama Forum Jurnalis Mahasiswa (FJM), juga Balai Jurnalistik Profetik (BJP). Nama-nama itu terkumpul dari seluruh anggota yang telah berfikir serius untuk mendirikan lembaga ini. Hampir semuanya yakin bahwa perlu adanya jurnalisme profetis, yaitu jurnalisme yang memihak pada nurani, idealisme dan perdamaian. Serta mengedepankan solusi daripada pemaparan fakta secara vulgar. Jika nanti sudah diputuskan, kami berencana akan memassifkan diri. Doakan istiqamah.[]

No comments:

Post a Comment