Sunday, February 25, 2007

Sehari Bersama Aktivis

Sabtu pagi hingga malam jam 11, aku membersamai para aktivis mahasiswa. Ada lokakarya yang diikuti penggerak kampus se-Kalimantan Selatan. Aku ikut dalam komisi B, yang mengumpulkan kampus-kampus di Kabupaten Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara. Dalam diskusi satu hari itu, nampak ada keunikan khas lokal. Saat melakukan SWOT terhadap masing-masing daerah, diperoleh potret daerah yang menggeliat pelan menyambut modernisasi, dengan mempertahankan kearifan lokal--sekaligus memperlihatkan permainan politik penguasanya yang "religius".

Pertama, presentasi dari Tanah Bumbu. Daerah ini beribukota di Batu Licin (pelabuhan besar: batubara, barang dan penumpang). Bupatinya adalah Zairullah Azhar. Katanya, Pemda memberlakukan sistem manajemen ilahiyah. Manifestasinya adalah, saat pelantikan bupati memakai sarung, seluruh siswa wajib melakukan Dzuhur berjamaah, para pegawai negeri harus sholat shubuh jamaah--akhirnya banyak yang menginap di kantor juga. Selain itu, pegawai negeri juga harus mengikuti pengajian di rumah dinas bupati. Tahu apa hukuman bagi ketidakhadirannya? Menulis kalimat shalawat nabi sebanyak seribu baris!

Dalam presentasinya, perwakilan mahasiswa Tanah Bumbu menyatakan bahwa yang terjadi di sana adalah "politisasi agama". Padahal yang kita inginkan adalah meng-agama-kan politik. Maksudnya, memberi ruh-ruh spiritual dalam sistem manajemen birokrasi, katanya. Sementara di Tanah Bumbu, ketika diadakan
auditing oleh BPKP, hasilnya adalah "tidak terdeteksi". BPKP menyatakan tidak mempu memberi nilai bagi manajemen daerah karena tidak tersedianya buku besar, catatan pengeluaran APBD, dan catatan keuangan lain! Ironis. Dan sudah menjadi rahasia umum, korupsi masih besar di sana. Inilah kesenjangan pemahaman: saat syariat menjadi simbolik belaka. Tidak sejalan dengan spirit keadilan dalam Islam itu sendiri.

Presentasi kedua dari Hulu Sungai Tengah. Ibukotanya Barabai. Peserta tidak membicarakan politik daerah, tapi lebih banyak bercerita tentang kampus. Yang terbesar adalah STIA Al-Washliyyah. Mahasiswanya banyak, sekitar 1.000 orang. Organisasi mahasiswa yang terbesar adalah HMI, lalu KAMMI dan yang nampaknya sebentar lagi besar adalah Syabab Hizbut Tahrir alias Gema Pembebasan. Gerakan mahasiswa sudah berani melakukan kegiatan dan mengangkat isu politis. Namun, demonstrasi masih menjadi sesuatu yang tabu. Paling banter adalah aksi sosial. Setidaknya, katanya, KAMMI mampu menjadi pioneer.

Presentasi terakhir dari Hulu Sungai Utara. Ibukota HSU adalah Amuntai. Bercerita tentang kondisi mahasiswa di daerah yang religius, sekaligus hedonis. Kampus yang terbesar adalah STAI Rasyidiyah Khalidiyah (disingkat Rakha). Mahasiswanya cukup banyak, setara dengan STAI Al-Washliyyah Barabai. Gerakan mahasiswa terlembaga namun tidak begitu aktif. Organisasi yang mencoba diangkat untuk besar adalah FOSMA (Forum Silaturahmi Mahasiswa Amuntai), sebagai representatif dari seluruh kampus.

Selain STAI, ada juga STIQ (Sekolah Tinggi Ilmu al-Quran). Kampus ini gratis, seluruh mahasiswanya diwajibkan
tahfidz Quran dan belajarnya full day. Hampir mirip dengan sekolah-sekolah yang memakai label Islam Terpadu itu. Kata presentator, kampus ini adalah bagian dari bisnis Pemda. Karena setelah Kabupaten Balangan berdiri sebagai pemekaran dari Amuntai, maka pemasukan daerah menjadi susut. PAD diperoleh terbesar dari ternak itik. Gerakan mahasiswa yang menggeliat adalah HMI dan Hizbut Tahrir. KAMMI tidak bisa berdiri karena pernah ada insiden negatif yang menjadi imej buruk.

Setelah presentasi masing-masing daerah, dilanjutkan dengan SWOT dan RKTL (Rencana Kerja Tindak Lanjut). Bahwa setiap daerah harus memahami kondisi lokal secara maksimal. Juga ada koordinasi gerakan mahasiswa yang kontinyu dan ter-struktur. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik!

1 comment:

  1. Memang banyak yang pergi
    Tidak sedikit yang lari
    Sebagian memilih diam bersembuyi
    Tapi… Perubahan adalah kepastian
    dan untuk itulah kami bertahan
    Sebab kami tak lagi punya pilihan
    Selain terus melawan sampai keadilan ditegakan!

    Kawan… kami masih ada
    Masih bergerak
    Terus melawan!
    www.pena-98.com
    www.adiannapitupulu.blogspot.com

    ReplyDelete