Tuesday, February 27, 2007

The Manchurian Candidate: Konspirasi Global

Kali ini aku menuliskan sebuah resensi film yang telah kutonton. Dalam beberapa kesempatan Training Sosial Politik di Yogyakarta dulu, film ini dibedah untuk mengetahui bahwa konspirasi selalu ada dalam pertarungan dunia. Judulnya adalah The Manchurian Candidate.


Cerita tentang sebuah konspirasi global sebuah perusahaan ‘rekayasa geopolitik’ bernama Manchurian Global. Adalah Bennet Ezekiel Marco, seorang pemimpin sebuah pasukan perang (entah AD atau AL) Amerika ketika Perang Teluk tahun 1991. Dalam operasi “Desert Storm” di Irak, mereka diserang secara tiba-tiba. Dan di sinilah cerita itu dimulai.

Ada sebuah rekayasa tersembunyi yang dirancang sedemikian rapi, hal ini nampak kemudian. Raymond Shaw, salah seorang anak buah Mayor Marco, setelah pulang mencalonkan diri menjadi wakil presiden Amerika Serikat. Seluruh cerita tentang ‘pencucian otak’ ada di sini. Aku teringat dengan The Beautiful Mind yang menceritakan tentang penderita scizofrenia, sebuah penyakit halusinasi—bahasa ilmiah dari kegilaan.

Di film ini ada implan, ada cuci otak secara medis, investigasi, pengawasan rahasia, data detektif, dan sebagainya. Aku tak bisa bercerita secara baik. Tapi ada beberapa hal yang menarik bagiku:

Pertama, nama Indonesia disebut dua kali dalam film ini. Semuanya dalam konteks penyerangan dan pendudukan oleh Amerika. Artinya, melalui film ini, digambarkan bahwa Indonesia—dengan segala hal yang mungkin menjadi ‘ancaman’ bagi Amerika—adalah target penyerangan berikutnya oleh Amerika, setelah Irak, Afghanistan dan (sebentar lagi) Iran..

Kedua, film ini membawa pesan tentang anti-perang. Halusinasi pemimpin tersembunyi (invisable hand) dalam birokrasi Amerika yang haus darah dan kekuasaan menyebabkan Amerika selalu ingin meluaskan kekuatan militer dan politiknya. Dan itu sesungguhnya adalah bahaya laten serta pintu kehancuran bagi sebuah bangsa sebesar Amerika. Ada nilai humanisme yang dikemas rapi dalam film ini.

Ketiga, bahwa sesungguhnya, selalu ada struktur gelap yang melingkupi kita. Bahkan kita tidak tahu, saat ini siapa yang menginstruksikan kita. Otak kita, jangan-jangan sudah dicuci dan dipasangi implan. Pikiran ini akan muncul di benak penonton setelah melihat film ini. Dan, halusinasi baru akan muncul. Walau begitu, sepertinya film ini tidak akan berpengaruh banyak di Indoenesia. Akan sangat berbeda dengan Amerika atau barat yang penontonnya sudah mencapai derajad pemikiran dan pengetahuan cukup tinggi.

Terakhir, aku berfikir bahwa “masyarakat tradisional memiliki hantu bernama genderuwo, kuntilanak dan pocongan; sementara masyarakat modern (atau post-modern) mempunyai hantu scizofrenia, global conspiration, invisible hand dan kegilaan modern!

Jika benar bahwa Amerika akan menyerang Iran dalam waktu dekat ini, maka menjadi sebuah fakta bahwa otak George Walker Bush sudah ditanami implan haus darah oleh kerajaan iblis. Keinginan menebar teror ke seluruh penjuru dunia, menumpahkan darah sesama manusia dan merusak perdamaian dunia.

3 comments:

  1. Kayaknya aku lebih merinding kalo ketemu hantu2 posmo ketimbang hantu2nya masyarakat tradisional min...soale hantu posmo lebih meninggalkan kesan kengerian dan paranoid lebih lama ketimbang yang tradisional. Lha kan kalo hantu2 tradisional bisa dilawan pake doa. Kalo hantu posmo harus pake otak!!!

    Bikin pusing kepala saja!

    ReplyDelete
  2. Luar biasa mas,..saya baru nonton film ini tadi malem (06 may 2012), dan benar saja sekarang sudah terjadi ketegangan antara Amerika vs. Iran (isu senjata nuklir),..klo gak salah film ini dirilis berdasarkan novel ya,...terkadang banyak film / novel yg seolah2 menggambarkan secara gamblang tentang "apa gitu namanya" yg mengendalikan suasana dunia...! Ngeriii...!

    ReplyDelete
  3. Masih relevan dengan hasil pilpres 2014..,itu sih menurut saya

    ReplyDelete